Jadi, pada tanggal 17 Agustus 2015 waktu itu, sekolah ngadain berbagai lomba. Mulai dari lomba makan kerupuk, lomba bakiak, lomba balap karung, lomba kelereng, lomba tarik tambang, hingga panjat pinang. Dan pada waktu itu, aku ikut lomba tarik tambang.
Di pagi hari, sebelum acara dimulai, ada upacara pengibaran bendera terlebih dahulu. Setelah itu, semua peserta lomba dipersilakan untuk mengganti pakaian putih biru menjadi pakaian olahraga. Karena aku adalah salah satu peserta lomba, maka aku pun berganti pakaian.
Setelah itu, diadakan lomba makan kerupuk. Kami sekelas menyemangati wakil kelas kami yang mengikuti lomba tersebut. Meski semangat yang kami berikan sudah cukup heboh, sayangnya, kelas kami tidak mendapat juara. Tapi gak apa-apa. Semua itu seru kok.
Lalu setelahnya, kami sekelas menyemangati para peserta lomba bakiak dari kelasku. Lagi-lagi, kami gagal meraih juara. Malah, aku sampe kepentok bakiaknya waktu itu. Lumayan sakit sih, sampaikan aku nyaris mau ngundurin diri dari lomba. Tapi ya, selama masih bisa ditahan sakitnya, kenapa nggak?
Lagipula, waktu itu, kami menunggu cukup lama sampaikan rasa sakitnya hilang. Akhirnya, setelah lama menunggu, waktu untuk lomba tarik tambang kelas mulai. Pertama-tama, tim cewek dulu yang main. Itu berarti timku dulu. Kami melawan kakak-kakak kelas 11. Waktu itu beneran gugup. Soalnya, lawan kelas 10 aja belum tentu menang, apalagi lawan kelas 11. Tapi hebatnya, kami bisa menang.
Begitu pula tim cowok, mereka juga menang. Lalu kami pun masuk ke babak selanjutnya. Kali ini kami melawan kelas 10 MIPA 6. Sayangnya kami tidak menang, soalnya emang anak-anak kelas MIPA 6 cukup besar. Tapi tidak apa-apa, setidaknya tim cowok kelas kami mendapat juara 3. Itu saja sudah membuat kami senang.
Ya begitulah, pengalaman pertamaku pada hari kemerdekaan Indonesia di SMA N 1.

